https://esqtraining.com/belajar-menjadi-orangtua-yang-baik/

Mengapa Harus Belajar Menjadi Orang Tua ?

Menjadi orang tua itu memang butuh “commitment,” “determination,” dan “stewardship” tak peduli apa pun latar belakang pendidikan orang tua.

Orang tua seringkali meminta anak-anak untuk melakukan segala sesuatu, khususnya belajar, dengan penuh komitmen dan kebulatan tekad. Akan tetapi, sama seringnya pula orangtua dalam perannya sebagai pekerja, pengusaha atau profesional melakukan tugas-tugasnya dengan komitmen (keikatan) yang rendah dan tekad yang tidak bulat.

Sebagai contoh, ketika orang dewasa ingin belajar sesuatu, ingin mengikuti pelatihan psikoterapi, atau seminar parenting misalnya, ada saja alasan untuk membatalkan keikutsertaannya. Saya kerap mendapat keluhan para penyelenggara pelatihan. Tak sedikit kasus sudah mendaftar dan meyakinkan panitia bahwa ia ikut sehingga panitia sudah menyiapkan semua materi dan bahan, eh ybs tidak muncul sampai hari pelaksanaan.

Nah, kalau mereka yang berkomitmen rendah itu adalah profesional dalam bidang kesehatan dan psikologi atau ilmu pelayanan lain, tidak heran jika para pasien mereka juga tidak bersedia mengerjakan pekerjaan rumahnya. Kalau terapisnya sendiri tidak menunjukkan komitmen dalam menjalankan proses terapi, ya jangan mengeluh bila pasien Anda tak punya kebulatan tekad untuk memulihkan diri mereka. Bila Anda tak mau melayani diri sendiri, bagaimana mungkin punya “stewardship” untuk melayani orang lain.

Sama persis, sungguh ajaib orangtua yang tak henti-hentinya meminta anak belajar dan belajar, tetapi dirinya sendiri enggan dan malas belajar. Jangan-jangan omelan setiap hari itu hanya refleksi: mengingatkan dan meneriaki diri sendiri agar mau dan terus belajar.

One Ping

  1. Pingback: Dampak Negatif Bermain Game Online Bagi Anak, Orang Dewasa dan Kesehatan - Yuk Menikah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *