www.falony.com

Memotivasi Anak Dalam Belajar

Dalam kultur etnik nilai-nilai tersendiri mengenai belajar menjadi tiga, yaitu adanya usaha (effort), kemampuan (ability), serta penampilan sekolah yang baik (fasilitas). Namun keterlibatan langsung orang tua dalam memotivasi anak sangat berpengaruh dalam belajar anak, karena dorongan (support) orang tua merupakan hal yang utama dalam mengarahkan tujuan mereka.

  1. Orang tua harus mempunyai keyakinan bahwa mereka mampu membuat prestasi akademik dan perkembangan untuk anaknya. Tidak membiarkan keadaan menguasai diri mereka, meskipun kemiskinan meliputi mereka, memiliki rasa kepercayaan dalam menatap masa depan dan mendengarkan masalah anak mereka agar anak pun mengetahui bahwa rumah (keluarga) adalah satu-satunya tempat yang aman untuk mendapatkan dukungan dan pengertian bagi mereka.
  2. Komunikasi yang baik kepada anak akan memudahkan orang tua menanamkan rasa tanggung jawab pada diri anak, seperti masuk sekolah secara rutin, menyimak penjelasan guru di sekolah dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya.
  3. Setiap orang tua harus mempunyai visi bagi anaknya, merencanakan agar mimpinya menjadi kenyataan, dengan begitu pun kita akan selalu ingat akan tujuan dan lebih termotivasi untuk dapat meraih kehidupan masa depan yang lebih baik dalam hal material, kesehatan, sosial serta spiritual bagi anaknya.
  4. Orang tua yang efektif akan mengatakan pada anaknya bahwa usaha-usaha pribadi adalah kunci keberhasilan. Menekankan kepada mereka bahwa tampang saja tidak akan mencukupi dan keturunan saja tidak menjamin akan memadai. dengan mengajarkan pola pikir dasar kepada mereka bahwa keberhasilan itu berasal dari diri (inner motivation), melalui komitmen, usaha yang keras serta adanya campur tangan Allah didalamnya.
  5. Orang tua harus mendorong anak agar aktif dalam meraih keuntungan positif dari sumber-sumber yang ada pada sekolah dan lingkungan masyarakat sekitarnya. Orang tua harus mengetahui dimana anak mereka, dengan siapa mereka bermain, dan nilai-nilai kebaikan yang didapatnya.
  6. Memberikan tanggung jawab kepada anak di rumah sesuai dengan usia dan perkembangannya secara bertahap dan berlaku konsisten memberlakukan peraturan serta rasa tanggung jawabnya kepada anak.
  7. Orang tua secara reguler melakukan pemantauan tentang kemajuan-kemajuan yang di raih anaknya disekolah pada guru dan secara umum melakukan kerja sama yang baik dengan sekolah. Hal ini akan dilihat positif oleh anak sebagai satu kesatuan antara guru dan orang tuanya dalam mendorong keberhasilan dirinya.
  8. Menanamkan nilai-nilai positif pada diri anak, dengan mendorongnya mendapatkan kepuasan diri dalam mengembangkan bakat kemampuan dan energi yang dimilikinya dengan menolong sesama temannya. Meyakininya akan kekuatan dalam mengatasi setiap permasalahan yang dihadapinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *