Jangan Mencari Menang Sendiri dengan Pasangan

Jangan Mencari Menang Sendiri dengan Pasangan

Naluri manusia tentu tidak mau kalah apalagi mengalah, inginnya menang, nomor satu, benar sendiri, dan paling baik sendiri. Dia tidak menyadari kalau manusia tempat salah, lupa, ada yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Kesempurnaan seseorang akan tercipta ketika ada orang lain yang mau mengingatkan, menasehati, dan meluruskan kesalahan, kekurangan, dan keburukan orang itu. Tentu saja dengan syarat orang tersebut harus mampu menerima, menyadari, dan mau mengubah dirinya.

Orang yang ingin menang sendiri merupakan salah satu sifat yang tidak baik dalam hidup ini. Terlebih lagi ingin menangnya itu hanya menggunakan alasan atas kekurangan atau keburukan dirinya. Misalnya seseorang memiliki karakter atau kebiasaan marah-marah, kemudian kebiasaan marah ini dijadikan alasan terhadap orang lain untuk memenangkan atau menerima dirinya, misalnya “Sudah saya katakan kalau saya ini orangnya suka marah. Jadi kalau saya ini marah kepadamu, kamu harus mampu menerima diri saya, kamu harus menyadari dan jangan sampai memancing diri ini untuk marah-marah”.

Jangan sekali-kali kita mencari menang sendiri dengan pasangan kita. Kalau sifat ingin menang sendiri ini diterapkan dalam kehidupan maka tidak akan membuahkan kerukunan, kerja sama, kekompakan, dan ketenteraman dalam hidup ini. Jadikan diri ini orang yang bisa memberi dan menerima, percaya dan dipercaya, sabar, senang mengalah berebut ngalah, mampu menjaga perasaan, berbicara yang baik, dan saling menjaga kehormatan. Dengan demikian, kehidupan dengan pasangan akan tercipta kehidupan yang sakinah, mawadah, warohmah, romantis, harmonis, dan ketenteraman atau kebahagiaan selalu menyelimuti diri kita. Ingatlah sabda Rasulullah saw dibawah ini.

“Kebaikan adalah akhlak dan dosa adalah apa yang menggelisahkan hatimu dan engkau tidak ingin hal itu diketahui oleh orang lain”. (H.R. Muslim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *